Kosmetik Aman untuk Ibu Hamil, Hindari 9 Bahan Berikut – Selama masa kehamilan, kulit wajah banyak mengalami perubahan. Beberapa hormon yang terbentuk dapat memacu produksi minyak di wajah yang berlebih, jerawat, melasma dan menipisnya bulu tama. Pemakaian kosmetik aman untuk hamil dapat mengatasi hal tersebut.

Pemilihan produk skincare untuk ibu hamil harus dilakukan dengan hati-hati. Terdapat beberapa bahan yang wajib dihindari selama masa kehamilan. Zat kimia yang terkandung di dalam skincare dapat saja masuk terbawa ke plasenta dan mengganggu pertumbuhan janin.

Bahan Kosmetik yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Meski sedang hamil, seorang wanita tetap dapat tampil cantik. Salah dalam pemilihan skin care bukan hanya berakibat buruk pada si ibu tetapi juga janin yang dikandung. Perlu diketahui, 60% bahan make up akan diserap oleh kulit. Pilih Kosmetik aman untuk ibu hamil. Berikut beberapa bahan yang harus dihindari:

Retinol

Zat ini biasa ditambahkan pada produk yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini, dan pencerah kulit. Selain itu juga ditemukan pada lipstik dan alas bedak.

Retinol dapat menyebabkan cacat dan keguguran pada janin. Penumpukan vitamin A mengakibatkan toksisitas di hati yang cukup berbahaya. Selama kehamilan penggunaan kosmetik yang mengandung turunan vitamin A seperti retinol dan retinil palmitat harus dihentikan.

Benzoil peroksida

Hormon yang muncul selama kehamilan dapat menyebabkan jerawat. Obat yang dijual bebas banyak mengandung benzoil peroksida. Sebagian besar dokter kandungan melarang ibu hamil menggunakan kosmetik yang mengandung bahan ini karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Calilcylic acid

Flek hitam atau melasma sering muncul pada ibu hamil. Proses pengelupasan kulit biasa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Sayangnya, bahan pengelupas atau eksfoliasi banyak mengandung calicylic acid yang berbahaya bagi janin. Lebih baik menggunakan produk kosmetik berbahan alami.

Formaldehyde

Masalah pigmentasi pada saat hamil bukan saja terjadi di wajah, tetapi juga rambut. Kusam, tidak bercahaya dan kehilangan nutrisi banyak dialami. Pewarnaan sering dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Jika terpaksa menggunakan cat rambut, pilih yang bebas formaldehyde. Bahan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan menyebabkan keguguran. Sebaiknya pilih make up minimalis, termasuk untuk rambut dan menghindari penggunaan zat pewarna secara berlebihan.

Aluminium klorida heksahidrat

Aluminium klorida heksahidrat biasa digunakan untuk pembuat deodorant atau produk anti keringat. Selama hamil sebaiknya tinggalkan produk yang mengandung Aluminium Klorida Heksahidrat. Zat yang berfungsi sebagai antiaspirant atau mempengaruhi sel penghasil keringat ini masuk kategori C FDA yang berarti “untuk dihindari”.

Esencial oil

Minyak yang banyak digunakan untuk aromaterapi ini harus dihindari selama proses kehamilan. Tea tree oil dan Rosemary harus ditinggalkan. Meski Tea tree oil dianggap dapat membantu relaksasi, efek sampingnya menyebabkan keracunan dan efek estrogenik. Rosemary dapat menyebabkan kontraksi rahim yang berakibat keguguran atau bayi lahir prematur.

Hydroquinone

Masalah kulit wajah yang serius dihadapi ibu hamil adalah bintik hitam dan kusam. Untuk membuatnya segar kembali, produk pencerah sering digunakan. Hati-hati ketika memilih skin care untuk pencerah kulit. Hidroquinone berlebih yang biasa digunakan  sangat berbahaya bagi janin.

Paraben

Bahan ini sering ditambahkan pada alas bedak dan lipstik untuk mencegah bakteri. Dalam kosmetik biasa ditanbahkan jenis methylparabens, propylparaben, isopropylparaben, dan butylparaben. Paraben pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan kesehatan, neurologis dan kekebalan pada tubuh bayi.

Timbal

Bahan ini biasa digunakan untuk pewarna lipstik. Paparan timbal dapat menyebabkan gangguan saraf dan sistem hormon. Sebagai gantinya, pilih lipstik dengan pewarna alami, seperti dari pigmen yang terkandung dalam buah.

Tetap cantik dan bugar selama kehamilan pasti menyenangkan. Akan tetapi produk perawatan kulit yang dipilih harus aman. Selain itu jika melakukan treatment di luar rumah, harus dipastikan  bersih dan bebas zat yang mengganggu kesehatan bayi. Produk yang berbahan alami merupakan kosmetik aman untuk ibu hamil.